Konsep


Saya masih ingat saat pertemuan KPMI di LPMJ Pulo Gadung Sabtu 30 Juni 2012, lalu. LPMJ yang (tampaknya) biasa sepi mendadak ramai karena beberapa forum KPMI digelar disana. Yang pertama, pelatihan pembuatan pembukuan sederhana. Kedua rapat internal pengurus pusat. Ketiga pembahasan wacana Minimarket Muslim. Keempat rapat pengurus pusat (lagi) dengan pembahasan yang beda lagi. Pada rapat pengurus pusat dibahas mengenai beberapa hal diantaranya wacana Jogja Entrepreuneur Camp dan Minimarket. Waktu membahas Entrepreneur Camp, pertanyaan yang hampir selalu keluar dari mulut para peserta rapat adalah “konsepnya seperti apa?”. Buka satu dua orang yang bertanya demikian, hampir semuanya. Akhirnya diputuskan untuk menghubungi si empunya ide agar konsep acara diperjelas. Begitu sampai pada pembahasan Minimarket, ternyata sama. Pertanyaan yang lagi-lagi terlontar adalah “konsepnya dulu mau bagaimana, diperjelas biar semua anggota mempunyai persepsi yang sama tentang konsep minimarket ini.” Saya yang kebanyakan menjadi pendengar setia sebenarnya sudah daritadi menahan ketawa saking seringnya kata-kata “konsep” keluar di forum ini.

***

Istilah konsep berasal dari bahasa latin conceptum, artinya sesuatu yang dipahami. Aristoteles dalam “The classical theory of concepts” menyatakan bahwa konsep merupakan penyusun utama dalam pembentukan pengetahuan ilmiah dan filsafat pemikiran manusia. Konsep merupakan abstraksi suatu ide atau gambaran mental, yang dinyatakan dalam suatu kata atau simbol. Konsep dinyatakan juga sebagai bagian dari pengetahuan yang dibangun dari berbagai macam karakteristik.*wikipedia

Woodruf mendefinisikan konsep sebagai adalah suatu gagasan/ide yang relatif sempurna dan bermakna, suatu pengertian tentang suatu objek, produk subjektif yang berasal dari cara seseorang membuat pengertian terhadap objek-objek atau benda-benda melalui pengalamannya (setelah melakukan persepsi terhadap objek/benda). Pada tingkat konkrit, konsep merupakan suatu gambaran mental dari beberapa objek atau kejadian yang sesungguhnya. Pada tingkat abstrak dan komplek, konsep merupakan sintesis sejumlah kesimpulan yang telah ditarik dari pengalaman dengan objek atau kejadian tertentu.

***

Jadi, konsep adalah gambaran abstak dari suatu ide, yang dinyatakan dalam suatu kata. Untuk merumuskan suatu konsep, tak bisa hanya melalui kata-kata lisan. Tulisan dibutuhkan untuk membuatnya semakin mendekati nyata.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ide adalah rancangan yang tersusun di pikiran. Artinya sama dengan gagasan atau cita-cita. Ide dalam kajian Filsafat Yunani maupun Filsafat Islam menyangkut suatu gambaran imajinal utuh yang melintas cepat. Misalnya ide tentang sendok, muncul dalam bentuk sendok yang utuh di pikiran. Selama ide belum dituangkan menjadi suatu konsep dengan tulisan maupun gambar yang nyata, maka ide masih berada di dalam pikiran.

Ide yang sudah dinyatakan menjadi suatu perbuatan adalah karya cipta. Untuk mengubah ide menjadi karya cipta dilakukan serangkaian proses berpikir yang logis dan seringkali realisasinya memerlukan usaha yang terus menerus sehingga antara ide awal yang muncul di pikiran dan karya cipta satu sama lain saling bersesuaian sebagai kenyataan.

Dalam proses berpikir yang logis itulah konsep terbentuk, dari abstrak lama kelamaan menjadi semakin mendekati sempurna.

Sekarang, apapun ide Anda, tuliskan. Apapun itu, produk, usaha, gambaran masa depan, dll. Satu persatu.. kemudian jabarkan konsep ide tersebut yang tadi begitu beterbangan di khayal Anda. Contoh: Ide membuat tas serbaguna yang cocok untuk dipakai saat anak masih bayi hingga usia tk misalnya. Tuliskan bagaimana gambaran bentuknya, isinya, kebutuhan pemakai, dll. Setelah semua ditulis, cek lagi yang kurang. Apakah jenis bahan yang akan dipakai sudah cocok? Kalau dirasa sudah, saatnya beraksi. Buat sampel dan cari testimoni atas sampel tersebut. Semakin lama ide Anda akan semakin nyata karena konsep semakin jelas.

Satu respons untuk “Konsep

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s