LOVE YOUR BUSINESS


Mengambil analogi dari tulisan sebelumnya, L.O.V.E, dalam bisnis kita juga harus memasukkan ketiga unsur cinta kedalamnya. Karena bisnis adalah juga membangun hubungan, maka mencintainya menjadi satu poin penting dalam membangunnya.

Komitmen

Jelas dibutuhkan komitmen tinggi dalam menjalankan sebuah usaha, apalagi jika usaha itu murni milik kita sendiri. Komitmen untuk tetap menjalankan roda bisnis walau hal itu tidak mudah, komitmen untuk belajar dari kesalahan dan memperbaikinya, komitmen untuk memajukan karyawan dan membantu perekonomian masyarakat. Komitmen Anda harus disesuaikan dengan visi misi perusahaan, agar jelas arah dan tujuan yang ingin dicapai dari komitmen tersebut.

Keintiman

Keintiman atau kedekatan. Ada yang bilang seorang pengusaha belum bisa dibilang sukses kalau dia belum rela meninggalkan usahanya, saya juga pernah menuliskannya di Lepas Tangan, dalam rangka memandirikan sistem perusahaan. Saya setuju, kurang lebih. Maka dari itu, harus dipastikan ketika kita meninggalkannya untuk mandiri, apakah kita telah betul-betul mengenal bisnis kita tersebut. Apakah kita tau tanda-tanda penurunan kualitas usaha kita, atau geliat-geliat membaranya. Apakah kita yakin kita telah mengenali sifat-sifat karyawan kita, pola kerja mereka, kualitas hubungan kita dengan klien, dan lain sebagainya. Silahkan dicek seberapa kenal Anda dengan bisnis Anda.

Hasrat/Gairah

Orang-orang di bidang pemasaran harus punya passion untuk bertemu banyak orang, kalo nggak gimana dia mau masarin produknya. Juga mereka yang di bidang IT, harus punya passion untuk mau update teknologi terbaru. Dan sebagainya.. Passion atau hasrat tidak bisa dibuat-buat, walau memang bisa dibangun. Hasrat yang membuat sebuah hubungan semakin bergairah, hangat, harmonis dan selaras. Begitu juga hasrat dalam bisnis, tanpa hasrat sebuah bisnis atau usaha akan hampa, seperti tidak ada ruh nya. Kalau sudah begini ya tunggu saja penurunan kualitasnya.  Para karyawan juga harus dibangun gairah kerjanya, agar mereka tidak jenuh dalam membantu Anda menjalankan bisnis. Karena mereka adalah ruh nyata sebuah usaha. Membangun gairah kerja biasanya membutuhkan personal touch dari kita sebagai business owner. Lagi-lagi mengutip tulisan saya di Lepas Tangan, jangan sekali-kali lupa untuk servis berkala para karyawan.

Jadi, bisa dipahami ya.. cinta disini tak hanya pada bisnis itu sendiri tapi juga pada personil yang terlibat di dalamnya. Seperti pepatah yang sudah sering kita dengar, hidup tanpa cinta apalah artinya. Bisnis tanpa cinta juga apalah artinya.

‘When you love life, when you love your customers, when you love your business you bring a different self to it, and effective leaders have the courage to fall in love …’- Ann McGee Cooper

Semoga bermanfaat,

Kak Mila

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s