Like Booster di Fan Page, dibenarkankah??


Sebenarnya ini ganjalan pertanyaan yang sudah agak lama ada di pikiran saya. Belakangan, social media menjadi salah satu media utama dalam pemasaran suatu usaha baik barang maupun jasa. Dari mulai personal page, dibuatlah group, dan sampai akhirnya fan page guna menjembatani komunikasi dengan calon pelanggan. Dalam fan page ada kolom Like yang biasanya dijadikan ukuran bagus tidaknya suatu usaha oleh  para calon pelanggan. Memang tidak bisa dipungkiri kalau semakin banyak jempol berarti semakin banyak rekomendasi untuk kita memakai produk dari usaha tersebut. Yang menjadi ganjalan saya adalah ketika belakangan marak penjualan LIKE BOOSTER untuk fan page. Dimana kita tinggal membayar jasa dari aplikasi tertentu, untuk melejitkan banyaknya LIKE di fan page kita. Benar memang harus banyak “penggemar” untuk membantu kita mendapatkan banyak pelanggan, tapi bukankah hal yang demikian ini dilarang karena sama dengan menipu. Banyak sekali fan page yang tidak jelas produk nya bisa mempunyai penggemar hingga puluhan ribu orang. Tidak masalah kalau memang pelanggannya sebanyak itu, tapi kalau bohongan berarti sama saja dengan menipu masyarakat.

Sama dengan fenomena dulu –entah sekarang masih ada apa tidak– dimana banyak pedagang yang tempat jualannya ramaaaai sekali sampai bikin kita penasaran untuk mampir, tapi ternyata ramainya karena “orang bayaran” yang sengaja disuruh meramaikan suasana toko. Misalnya rumah makan, kadang kita tergiur untuk mampir karena melihat ramainya orang yang makan disana. Padahal setelah dicoba rasanya biasa saja, tidak ada yang istimewa yang segitunya membuat orang ketagihan datang kesana.  Usut punya usut, ramainya rumah makan tersebut karena pelanggannya ternyata adalah “pelanggan bayaran” yang disewa untuk mendongkrak penjualan rumah makan tersebut. Nah, ini jelas menipu kan.. begitu juga halnya dengan Like Booster, menurut saya. Jelas sekali banyaknya jempol –yang berlebihan ya– di fan page justru akan mengundang tanda tanya. Apa benar si jempol ini milik perorangan atau milik aplikasi? Hmm, jangan sampai demi mendapat kan pelanggan kita jadi menggunakan segala cara –termasuk menipu seperti ini. Lebih baik disukai oleh orang-orang yang pernah memakai jasa kita sebagai testimoni dan rekomendasi yang dapat dipertanggung-jawabkan daripada disukai oleh “penggemar siluman” kan??

Tak penting berapa jempol di fan page usaha kita, selama itu dapat dipertanggung-jawabkan tentu kita merasa lebih puas dan senang kan.

Sekedar berbagi..

Satu respons untuk “Like Booster di Fan Page, dibenarkankah??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s