Semangat Sembuh Sausan (3)


Sebelumnya mohon maaf kepada teman-teman yang menantikan kabar Sausan. Saya lama tidak update berita ttg adik kecil cantik ini. Alhamdulillah tanggal 15 februari kemarin dapat kabar bahagia dari ayahanda Sausan tentang keadaan Sausan yang semakin membaik. Benjolan di matanya berangsur mengecil. Jalan herbal tetap ditempuh sebagai ikhtiar utama SEBELUM kami menempuh jalur medis. Melalui selang makanan yang dimasukkan lewat mulut, susu, air rebusan daun sirsak, madu, dan propolis alhamdulillah dapat dikonsumsi Sausan. Semoga Allah meridhoi ikhtiar ini. Ayahanda Sausan juga tak lupa pula mengucapkan kepada semua pihak yang telah mencurahkan segenap perhatiannya dalam berbagai bentuk dan melalui beberapa media. Semoga Allah memberikan balasan yang jauh lebih baik kepada semua pihak tersebut beserta keluarganya dan diberikan oleh-Nya kelapangan, keluasan, dan keberkahan rizki.
Saya juga banyak menerima telpon dari teman2 blogger yang menanyakan langsung ttg keadaan Sausan. Jujur saya sangat terharu sekali dengan kepedulian teman semuanya. Ternyata efek tulisan ringan ini begitu hebat. Saya sedikit menyesal karena lama tidak update. Mohon maaf sekali lagi ya..
Saya belum mendapatkan foto kondisi Sausan yang terkini, tapi insya Allah akan segera saya posting begitu ada kesempatan untuk menjenguknya. Terus mendoakan Sausan ya, sampai Sausan benar-benar sembuh dan bisa bermain dan belajar kembali.

Sausan di TVOne


Hari ini saya mendapat kabar bahwa TVOne akan menayangkan berita tentang Sausan live malam ini di acara Apa Kabar Malam pukul 20.30 – 23.00. Mohon kesediaan teman-teman untuk melihat acara tersebut untuk mengetahui kondisi terakhir Sausan. Semoga semakin banyak doa, semakin ringan penderitaan Sausan. Amiiin…

Sausan dengan penyakit retinoblastoma yang dideritanya

 

No. rekening untuk menyalurkan bantuan dana bisa langsung transfer ke

BCA  1281362025 atau Bank Bukopin 0101048377 an. Arief Muslim

Dibutuhkan segera! Relawan Posko Peduli Sausan


Dear teman semua, bagi yang berminat menjadi Relawan di Posko Peduli Sausan, bisa mengirimkan data dirinya ke saya melalui email atau sms ke 08568217478 (Mila) 082111331025 (Ust. Ahmad). Insya Allah akan sangat membantu untuk kepentingan pengobatan dan kesembuhan Sausan. Terima kasih..

“Ya Rabb, hanya kepadaMu kami berserah diri dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan”

Semangat Sembuh untuk Sausan (2)


Sabtu, 8 Januari kemarin Alhamdulillah saya berkesempatan  menjenguk Sausan di RSCM Kavling Tumbuh Kembang Anak no. 10. Sampai di kav.Tumbuh Kembang saya bingug karena pintunya terkunci dari dalam, saya pun menelepon Pak Arif, ayah Sausan. Ternyata saya masuk lewat pintu belakang yang biasanya hanya dilalui oleh perawat dan dokter. Tapi tak lama, pintu kaca itupun terbuka, dibukakan oleh salah satu perawat jaga yang melihat saya kebingungan di depan pintu. Masuklah saya ke kamar no. 10. Bau khas yang pernah saya cium ketika menjenguk Sausa dirumah beberapa waktu lalu langsung menyengat di hidung. Saya pun tak mau bereaksi over karena kaget dan segera masuk menyalami orangtua Sausan yang menunggu samping tempat tidur. Terlihat Sausan begitu lemas terbaring, selang infus terpasang di tangan kiri dan kaki kanannya. Benjolan terlihat lebih besar dari sebelumnya, menyisakan sedikit mulut dan satu matanya, sedangkan yang lain tertutup. Harus memiringkan muka dulu untuk bisa melihat mata dan mulut Sausan. Yaaaaa Rabb..

“Iya, memang agak sedikit membesar, dan tadi hanya saya balut dengan asal sehingga kelihatan lebih besar lagi”, kata sang bunda.

“kok banyak bekas darah di perbannya ya, apa benjolannya luka?”, tanya saya

Ternyata memang ada beberapa titik dari benjolan itu yang luka dan mengeluarkan darah. Darah bukan menetes lagi tapi mengucur, membuatnya harus dilap berkali-kali. Untuk menyiasatiya, sang bunda memakaikan panty-liner herbal sebagai pengganti tisu. Panty-liner tersebut di tutupkan diatas luka kemudian dibalut perban, seperti kalau kita memakai  plester. Dalam satu kali pemakaian Sausan membutuhkan 4 buah panty-liner, dan satu hari minimal ganti 2x.

benjolan yang semakin membesar

Sayapun berbincag-bincang dengan Pak Arif. Menurutnya, walaupun belum sempat dikunjungi oleh Profesor yang akan menangani penyakit Sausan, saat ini Sausan sudah mendapatkan perawatan medis dari salah satu dokter disana.  Katanya akan segera dilakukan beberapa rangkaian tes untuk menentukan pengobatan yang tepat.

“Menurut dokter akan ada 3 kali CT scan,  untuk mata, otak dan seluruh tubuh. Setelah itu pengambilan (apa saya lupa) dan pengambilan cairan dari otak melalui sumsum tulang belakang. Saya tidak bisa membayangkan sakitnya mbak”, cerita Pak Arif

“Olesan herbal dan air zam-zam juga masih digunakan”, tambahnya

Ngilu rasanya mendengar cerita tersebut, apalagi membayangkan Sausan yang sekecil itu harus menjalani tes-tes tadi. Astaghfirullah.. menahan sakit bekas infus di tangan kiri pun ia tak kuat, berkali-kali ia minta punggung tangan kanannya diusap karena sakit bekas suntikan.

benjolan kelenjar getah bening membesar dan merah

 

Tak lama Pak Arif mendapat kabar bahwa ust. Ahmad akan datang menjenguk. Maka saya pun ikut menunggu. Mudah-mudahan bisa ikut melihat terapi yang akan dilakukan untuk Sausan. Sambil menunggu kami berbicang mengenai dana yang ada untuk pengobatan Sausan.

“Asuransi yang saya punya tidak meng-cover penyakit Sausan mbak, tapi saya belum mau memikirkan masalah biaya. Saya takut nanti saya malah stres sama masalah biaya dan mengesampingkan pengobatan Sausan. Sekarang yang penting Sausan bisa ditangani dulu. Saya juga yakin biaya akan banyak, ini aja baru masuk sudah diminta deposit uang kamar 4,5 juta. Biaya obat dll saya gak tau.”

Menunggu 30 menit, Ust. Ahmad datang dan langsung menengok kondisi Sausan. Setelah berbincang-bincang mengenai kondisi Sausan, maka Ust. Ahmad pun memulai terapi. Ust. Ahmad mencoba berbicara kepada Sausan tapi Sausan menolak dan hanya mau dengan ibunya. “Ibu..mau sama Ibu..”, rintihnya.

Akhirnya posisi Ust. Ahmad diganti dengan Pak Arif. Dengan bimbingan Ust. Ahmad, Pak Arif mulai mencoba berbicara dengan Sausan. Suasana hening seketika. Ketika terapi dimulai dengan istighfar, rasanya mau pecah tangis saya. Apalagi kemudian Pak Arif dituntun untuk melafazkan keikhlasannya terhadap penyakit Sausan.

“Ya Rabb, walaupu anak saya terkena penyakit kanker mata, saya ridho dan saya ikhlaskan kesembuhan dariMu..”

Sausan pun ikut diam seolah ikut berdoa.

Semua mendoakanmu nak..

Terapi Insya Allah akan dilakukan berkelanjutan dan ust. Ahmad bersedia membantu sebisa beliau untuk kesembuhan Sausan.

***

Saya pun pamit pulang dan mendekati Sausan kembali.

“Sausan cepat sembuh ya Nak ya.. nanti dibawakan buku cerita. Sausan mau dibacakan buku cerita?”

Sausan mengangguk..

Ya Rabb.. hanya kepadaMu kami berserah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.

Rayyan menjenguk kawan barunya, mengajak Sausan bermain boneka

catatan:

* Ust. Ahmad membuka Posko Peduli Sausan di Perumaha Bumi Pertiwi 1 Jl.  Mangga Delima blok N 10 Cilebut Timur.

Hp: 082111331025

* No. rekening untuk menyalurkan bantuan dana bisa langsung transfer ke

BCA  1281362025 atau Bank Bukopin 0101048377 an. Arief Muslim

* sangat dibutuhkan panty-liner herbal sebagai plester luka di benjolan Sausan, bagi yang ingin berinfak bisa meghubungi no telp diatas.

 

baca juga:

Semangat Sembuh untuk Sausan (1)

Semangat Sembuh untuk Sausan


Mohon doa dan dukungan moril untuk yang terbaik bagi anak saya yang 2 tahun lalu divonis mengidap kanker mata (retinoblastoma). Sudah satu tahun belakangan ini retina semakin membesar sehingga keluar dari kelopak matanya. Hingga kini pembesaran sudah sebesar hampir sebesar setengah dari ukuran kepalanya hingga sudah menutupi sebagian besar hidung dan mulut sehingga sulit untuk bernafas dan makan / minum dan bicara. Sengaja sejak dua tahun lalu kami tidak menempuh jalur medis karena jalur medis yang ditawarkan dokter satu–satunya adalah operasi pengangkatan bola mata dan menurut dokter itu pun bukan solusi final, sehingga pasca operasi masih ada treatment lanjutan (kemotherapy, radiotherapy, penyinaran, dan radiasi therapy) yang saya sudah dapat perkirakan akan menyiksa dan menyengsarakan anak saya yang waktu itu usianya belum genap 2 tahun.

Akhirnya kami menempuh jalur herbal dan kami sangat percaya dan mengimani apa yang Allah firmankan dalam surat An Nahl mengenai kemanjuran obat yang Allah sediakan dari perut lebah yaitu madu. Kami pun sangat percaya dan mengimani sabda Rasulullah salallahu’alaihi wassalam mengenai kemanjuran habbattussauda yang bisa mengobati segala macam penyakit kecuali maut. Kami datang kepada beberapa herbalis yang biasa membuat ramuan thibun nabawi berupa madu + minyak habbatussauda + minyak zaitun + ramuan beberapa herbal lokal anti (obat) kanker. Sampai saat ini anak saya masih mengkonsumsinya meskipun tidak sebanyak dulu karena kebosanan seorang anak kecil yang terus minum ramuan. Faktor lain karena anak saya juga mengkonsumsi herbal – herbal lain dari beberapa MLM seperti Tahitian Noni dari USA, Tiansi dari China, Lutein + Izumi dari Jepang, dan beberapa herbal dari beberapa MLM lain yang tidak bisa saya sebutkan semua disini. Tapi qadarallah sampai detik ini Allah belum memberi kesembuhan untuk anak saya.

Kembali kami coba menempuh jalur medis dengan menghubungi beberapa dokter antara lain Dokter Liu dari RS Guangzou di China. Beliau sudah angkat tangan tidak bersedia merujuk anak saya untuk dibawa ke Guangzou China dengan pertimbangan kondisi fisik anak saya yang sangat kurus dan umurnya yang masih balita. Kami tetap tidak putus asa, kami dapat informasi dari Solo Jateng bahwa di RS Yarsi ada dokter yang mampu membuat ramuan gas bersuhu sngat rendah yang bisa membekukan sel kanker dan mematikannya serta merta membuang sel tersebut keluar dari tubuh. Namun setelah saya hubungi beliau juga angkat tangan karena ramuan gasnya baru bisa untuk kanker paru–paru dan hanya untuk orang dewasa. Akhirnya Allah mempertemukan saya dengan spesialis mata dari RSCM. Dengan saya kirim foto anak saya dan saya bertemu beliau membicrakan permasalahan anak kami, kesimpulan yang bisa saya peroleh dari beliau bahwa kalangan medis sudah kebingungan harus mulai dari mana mengatasi/mengboati penyakit kanker/tumor yang diderita anak saya karena menurutnya besar kemungkinan sudah terjadi terjadi metastasis atau penyebaran melihat kondisi anak saya yang hampir bisa dibilang kurus kering tinggal tulang, pipi kiri depan telinga yang ikut membesar (kemungkinan kelenjar getah beningnya juga sudah terkena kanker. Menurutnya dokter pun tidak berani mengambli langkah operasi karena sudah terlalu besar dan kemungkinan besar sudah menyebar dampai ke tulang, sehingga alternatifnya terlebih dahulu akan dilakukan kemo therapi, radiasi, dan penyinaran untuk memperkecil perkembangbiakan sel kankernya. Itu pun kalau hasil pemeriksaan menunjukkan anak kami kuat untuk diberikan treatment beberapa thrapi tersebut.

Kesimpulan terakhir yang bisa saya peroleh dari pernyataan dokter tersebut bahwa anak saya tinggal menunggu waktu sambil terus ikhtiar dan berdoa serta pantang putus asa dari rahmat Allah. Oleh karena itu kami mohon dukungan moril, doa , dan barangkali ada informasi yang bisa kami lakukan untuk mencari yang terbaik untuk anak saya, dimana hanya Allah lah yang bisa menjadi sumber solusi untuk yang terbaik bagi anak saya, selain memang kami harus tetap terus berdoa, ikhtiar, dan tawakal / sabar sebagai kewajiban seorang hamba yang sedang ditimpa musibah. Sekarang anak saya usianya hampir genap 4 tahun insya Allah pada tanggal 5 Januari 2011.

Sebagai gambaran singkat, kondisi badan hampir kurus kering tinggal keliatan tulangnya saja, pembesaran retina sudah sedemikian rupa hampir sebesar setengah dari ukuran kepalanya, sebagian besar hidung sudah tertutup sehingga sulit bernafas, sebagian mulut / bibir sudah terdesak oleh membesarnya retina yang keluar sehingga sulit untuk makan, minum, dan bicara. Aktifitas sehari–hari 95% tiduran walau kadang sambil bermain dan ngobrol dengan kakak dan ayah / ibunya. Duduk pun tidak kuat bertahan lama. Demikian mohon maaf jika e-mail kami terlalu panjang.

Jazaakallahu khiron,

Arief

***

Demikianlah isi email yang saya baca di milis KPMI. Saat saya baca, respon yang masuk pun sudah banyak, ada yang memberikan info tentang obat-obat alternatif, ada juga yang mendoakan bahkan langsung mengajak kawan-kawan KPMI untuk urun sumbang untuk kepentingan pengobatan ananda Sausan. Saya sendiri memutuskan untuk menjenguk langsung, sambil berdoa mudah-mudahan rumahnya mudah dijangkau. Alhamdulillah, niatan saya disambut ibu Rini dari Div. Diklat KPMI, ternyata rumah Pak Arif di Limus Pratama tak seberapa jauh dari rumah saya di Kranggan. Dari hasil sms-an, saya dan Bu Rini akhirnya janjian untuk jalan bareng, kamipun bertemu sekitar pukul 10.00 wib di depan plasa cibubur.

Pukul 10.00 wib tepat kami jalan menuju kediaman Pak Arif. Di mobil kami berbincang-bincang mengenai kabar kondisi terakhir ananda Sausan. Terus Berbeda dengan Bu Rini yang tenang, saya agak sedikit cemas  karena terus terang saya belum pernah melihat foto Sausan dan kondisinya,  jadi saya sangat takut kalau-kalau nanti saya tak tega melihatnya. Alhamdulillah perjalanan lancar, kurang lebih setengah jam kami sudah sampai di kediaman Pak Arif yang saat itu sedang tidak dirumah karena sedang mengambil obat. Kamipun disambut istri tercinta dan langsung mengantarkan kami pada anaknya yang terbaring di kursi tamu. Allahu Akbar, Allahu Akbar. Saat itu hanya kata-kata tersebut yang bisa terlontar dari hati saya. Ananda Sausan terlihat tidur dengan tenang, dengan benjolan yang diperban menutupi seluruh wajahnya. Bahkan hidungpun tak terlihat. Mulut hanya secuil yang bisa terlihat, menyebabkan ia sulit untuk bicara dan makan.

Kami pun berbincang dengan ibunda Sausan tentang berbagai cara yang telah ditempuh untuk pengobatan. Kendala yang banyak dialami ternyata penolakan dokter untuk menangani karena usia Sausan yang masih balita. Wallahua’lam bishshowwab.

Ditengah perbincangan, Sausan terbangun. Kemudian berkata “lapar.. lapar..”

Allah, saya tak tega membayangkan ia harus melulu minum susu untuk mengisi perutnya. Ia pun tak mau lagi minum susu jika tak dibujuk oleh sang Bunda. Menurutnya, Sausan adalah anak yang aktif dan cerdas. Ia hanya bermasalah dengan matanya, sedangkan badannya sehat-sehat saja.

“nafsu makannya bagus, lebih bagus dari kakaknya. Benjolan ini tumbuh cepat dalam 3 hari terakhir, jadi mendorong gigi dan mulutnya sehingga susah mengunyah”, tutur Bunda Sausan

Hal ini membuat keluarga mereka cukup shok dan stress, bingung menghadapi keadaan tersebut. Akhirnya kami pun mengobrol tentang berbagai kemungkinan pengobatan yang bisa dilakukan.

Tak lama Pak Arif telah datang dengan informasi baru tentang obat yang didapatnya. Obat ini didapat dari seorang pensiunan apoteker dari Depkes, yang merupakan keluarga dari Pak Ghozi-salah satu anggota milis KPMI-. Pak Arif menceritakan tentang bagaimana obat kanker ini akan bekerja, yang katanya dalam 2-3 jam paling tidak bisa melemaskan benjolan yang ada sehingga Sausan bisa menggerakkan mulutnya untuk mengunyah makanan. Pak Arif juga menceritakan saran-saran  yang ia dapat mengenai penangan medis untuk pasien kanker. Mendengar beberapa masukan, Pak Arif yang pada awalnya ingin memasukkan anaknya ke rumah sakit jadi berubah pikiran dan memutuskan untuk mencoba obat kanker tersebut. Semoga bisa membantu Sausan meringankan penyakitnya.

Kami pun permisi pulang, mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 12.30, juga agar Sausan bisa segera mendapatkan pengobatan dari obat yang dibawa sang ayah.

Cepat sembuh Sausan sayang..

*besok adalah ulang tahun Sausan yang ke-4, semoga ada keajaiban untuknya..

foto-foto ananda Sausan:

3 hari sebelum hari ini

kondisi hari ini

benjolan yang menutupi hampir seluruh muka

kelenjar getah bening yang ikut membengkak

sausan bersama bunda

 

 

 

 

 

 

 

 

baca juga:

Semangat Sembuh untuk Sausan (2)